Manfaat Mineral Untuk Tubuh

Infonutrisi.com – Menyampaikan posting tetang Mineral yang sangat bermanfaat untuk tubuh manusia mineral yang dibutuhkan tubuh manusia. Mineral adalah mikronutrien dan sangat penting untuk berfungsinya tubuh. Sel-sel dalam tubuh membutuhkan mineral sebagai bagian dari susunan dasar dan keseimbangan kimiawi.

Dalam konteks nutrisi, mineral adalah unsur kimia yang dibutuhkan sebagai nutrisi penting oleh organisme untuk melakukan fungsi yang diperlukan untuk kehidupan. Mineral berasal dari bumi dan tidak dapat dibuat oleh organisme hidup. Tanaman mendapatkan mineral dari tanah. Sebagian besar mineral dalam makanan manusia berasal dari makan tumbuhan dan hewan atau dari air minum. Mineral adalah salah satu dari empat kelompok nutrisi penting, yang lainnya adalah vitamin, asam lemak esensial, dan asam amino esensial. Mineral ada di semua makanan. Mineral dapat berupa mineral besar, yang digunakan oleh tubuh dalam jumlah yang lebih besar, atau mineral, yang digunakan oleh tubuh dalam jumlah menit atau jejak. Mineral massal termasuk .

Berikut mineral utama dalam tubuh manusia , macam macam mineral dan fungsinya bagi tubuh :

Kalsium (Ca)
Berfungsi sebagai pembentuk tulang, bekerjanya saraf, kontraksi otot, dan metabolisme sel. Salah satu dampak kekurangan kalsium adalah risiko osteoporosis.

Fosfor (P)
Berfungsi untuk pembentukan tulang, mempertahankan pH darah, dan untuk metabolisme energi. Kekurangan mineral ini dalam tubuh dapat menimbulkan gangguan tulang, proses pertumbuhan, dan fertilisasi.

Natrium (Na)
Berfungsi membantu kerja saraf dan memperbaiki pertahanan cairan. Sayangnya, kekurangan natrium jarang terjadi.

Klorida (Cl)
Mineral yang satu ini berguna sebagai elektrolit dan memproduksi asam lambung. Juga berfungsi sebagai imun, kofaktor enzim di hati untuk metabolisme komponen toksin. Kekurangan klorida, tubuh mengalami gangguan pertumbuhan, timbul rasa pusing, lemah, dan kram.

Sulfur (S)
Berfungsi membentuk protein dan jaringan dalam tubuh. Defisiensi sulfur akan menimbulkan gangguan otot, sendi, dan kulit.

Magnesium (Mg)
Berfungsi sebagai zat pembentuk sel darah merah yang mengikat oksigen dan hemoglobin. Juga sebagai kofaktor enzim, fungsi otot, dan saraf. Kekurangan magnesium menimbulkan risiko kejadian penyakit jantung koroner, diabetes tipe-2, serta gangguan fungsi otot dan saraf.

Kalium (K)
Dibutuhkan sebagai pembentuk aktivitas otot jantung, regulasi osmosis, fungsi otot dan saraf, kofaktor enzim, dan sebagai metabolisme energi. Kekurangan kalium akan memunculkan gejala seperti diare, muntah, lemah otot, serta turunnya tekanan darah.

Zat Besi (Fe)
Berguna mengantarkan oksigen, metabolisme energi, kofaktor enzim, fungsi otak dan otot, serta memperkuat sistem imunitas dalam tubuh. Kekurangan zat besi dapat mengakibatkan anemia, pertumbuhan terhambat, lemah, dan lesu.

Tembaga (Cu)
Serupa dengan zat besi, tembaga berfungsi sebagai kofaktor enzim, metabolisme energi, membantu fungsi saraf, bersifat antioksidan, dan melakukan sintesis jaringan pengikat. Defisiensi tembaga dapat mengakibatkan anemia, gangguan fungsi saraf, depigmentasi rambut, serta gangguan tulang.

Iodium (I)
Berfungsi sebagai pembentu zat tirosin yang terbentuk pada kelenjar tiroid. Selain itu, berguna dalam fungsi reproduksi, metabolisme, dan pertumbuhan. Kasus terbanyak dari kurangnya mineral iodium adalah gondok. Kekurangan iodium juga menyebabkan tubuh kerdil, pertumbuhan terhambat, serta gangguan mental.

Selenium (Se)
Berfungsi sebagai komponen antioksidan, mengatasi racun seperti hidrogen peroksida, membantu hormon, sistem imun, dan melindungi sel dari proses oksidasi sendiri. Gangguan yang akan muncul akibat kekurangan selenium adalah masalah jantung dan gangguan sistem kekebalan tubuh.

Cobalt (Co)
Berfungsi sebagai kofaktor untuk pembentukan vitamin B12 (kobalamin) yang membantu proses pembuatan sel darah merah. Kekurangan cobalt dapat mengakibatkan defisiensi vitamin B12.

Kromium (Cr)
Berfungsi sebagai regulator hormon insulin dan pertumbuhan. Defisiensi mineral ini dapat meningkatkan kadar gula dalam darah.

Mangan (Mn)
Berfungsi sebagai kofaktor enzim, berguna untuk metabolisme energi, pembentukan tulang, juga kofaktor enzim superoksida dismutase (enzim antioksidan). Kekurangan mineral mangan dapat mengakibatkan gangguan tulang dan hati.

Zinc (Zn)
Berguna untuk menjaga fungsi membran, sistem imun, kofaktor enzim untuk ekspresi gen, dan berfungsi sebagai antioksidan. Defisiensi zind dapat menyebabkan gangguan kulit, pertumbuhan terhambat, menurunnya kadar kolesterol baik HDL, serta menurunnya nafsu makan.

Flourida (F)
Membantu metabolisme kalsium (Ca) dan fosfor (P), komponen matriks tulang dan gigi, serta menghambat pembentukan karang gigi. Kekurangan fluorida dapat menyebabkan kerusakan gigi.

Mineral untuk manusia dan hewan lainnya termasuk 13 elemen yang berasal dari tanah Bumi dan tidak disintesis oleh organisme hidup, seperti kalsium dan zat besi. Persyaratan mikronutrien untuk hewan juga termasuk vitamin, yang merupakan senyawa organik yang diperlukan dalam jumlah mikrogram atau miligram. Karena tanaman adalah sumber nutrisi utama bagi manusia dan hewan, beberapa mikronutrien mungkin berada pada tingkat rendah dan defisiensi dapat terjadi ketika asupan makanan tidak mencukupi, seperti yang terjadi pada malnutrisi, menyiratkan perlunya inisiatif untuk mencegah pasokan mikronutrien yang tidak memadai dalam makanan nabati.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa jumlah mineral, terutama mineral, mungkin menurun dalam makanan karena penipisan mineral tanah yang disebabkan oleh praktik pertanian yang tidak berkelanjutan dan erosi tanah. Mineral tambahan tersedia dalam bentuk chelated, di mana mereka terikat dengan protein untuk meningkatkan penyerapannya oleh tubuh.

Unsur-unsur jejak yang memiliki fungsi biokimia spesifik dalam tubuh manusia adalah belerang, besi, klorin, kobalt, tembaga, seng, mangan, molibdenum, yodium dan selenium.

Sebagian besar unsur kimia yang dicerna oleh organisme adalah dalam bentuk senyawa sederhana. Tanaman menyerap unsur-unsur terlarut dalam tanah, yang kemudian dicerna oleh herbivora dan omnivora yang memakannya, dan unsur-unsur naik ke rantai makanan. Organisme yang lebih besar juga dapat mengkonsumsi tanah (geophagia) atau menggunakan sumber daya mineral, seperti licks garam, untuk mendapatkan mineral yang terbatas tidak tersedia melalui sumber makanan lainnya.

Bakteri dan jamur memainkan peran penting dalam pelapukan unsur-unsur utama yang menghasilkan pelepasan nutrisi untuk nutrisi mereka sendiri dan untuk nutrisi spesies lain dalam rantai makanan ekologis. Satu unsur, kobal, tersedia untuk digunakan oleh hewan hanya setelah diproses menjadi molekul kompleks (misalnya, vitamin B12) oleh bakteri. Mineral digunakan oleh hewan dan mikroorganisme untuk proses struktur mineralisasi, yang disebut “biomineralisasi”, yang digunakan untuk membangun tulang, kulit kerang, kulit telur, eksoskeleton dan cangkang moluska.

Mikronutrien adalah elemen penting yang dibutuhkan oleh organisme dalam jumlah kecil sepanjang hidup untuk mengatur berbagai fungsi fisiologis untuk menjaga kesehatan. Persyaratan mikronutrien berbeda antara organisme; misalnya, manusia dan hewan lain membutuhkan banyak vitamin dan mineral makanan, sedangkan tanaman membutuhkan mineral tertentu. Untuk nutrisi manusia, persyaratan mikronutrien dalam jumlah umumnya kurang dari 100 miligram per hari, sedangkan makronutrien diperlukan dalam jumlah gram setiap hari.

Herb atau Rempah
Suplemen herbal ditambahkan ke diet untuk tujuan gizi dan obat. Herbal telah digunakan selama berabad-abad dalam banyak sistem obat tradisional, dan sebagai sumber fitokimia, atau zat yang ditemukan pada tanaman yang memiliki efek penting dalam tubuh. Obat Cina dan obat Ayurvedic dari India, dua sistem penyembuhan tertua di dunia, menggunakan ratusan obat herbal. Naturopati dan homeopati, dua sistem penyembuhan alami lainnya, juga bergantung pada sediaan herbal sebagai sumber utama pengobatan mereka. Efek obat herbal sudah mendapatkan validasi ilmiah; sekitar seperempat dari semua obat-obatan telah diturunkan langsung dari sumber tanaman, termasuk aspirin (ditemukan dalam kulit pohon willow), kodein (dari biji poppy), paclitaxel (Taxol), obat paten untuk kanker ovarium dan payudara (dari pohon Pasifik Yew ), dan banyak lagi.

Herbal dapat melengkapi diet untuk membantu kesehatan secara keseluruhan atau untuk merangsang penyembuhan untuk kondisi tertentu. Misalnya, ginseng digunakan sebagai tonik umum untuk meningkatkan kesehatan dan vitalitas secara keseluruhan, sementara echinacea adalah ramuan populer yang digunakan untuk merangsang daya tahan tubuh terhadap pilek dan infeksi. Herbal datang dalam berbagai bentuk. Mereka dapat dibeli sebagai kapsul dan tablet, serta dalam tincture, teh, sirup, dan salep.

Suplemen makanan
Suplemen makanan digunakan untuk mengganti atau membentengi makanan. Mereka mungkin dirancang untuk orang-orang dengan kebutuhan khusus, atau untuk orang-orang dengan penyakit yang dapat mempengaruhi kemampuan pencernaan dan persyaratan gizi. Suplemen makanan dapat mengandung campuran khusus makronutrien, atau protein, karbohidrat, lemak, dan serat. Beberapa suplemen makanan terdiri dari makanan mentah, yang belum diolah, atau pilihan vegetarian atau vegan, atau protein tinggi dan komposisi rendah lemak. Suplemen makanan tersedia untuk mendukung beberapa program diet populer. Suplemen makanan sering diperkaya dengan vitamin, mineral, herbal, dan makanan padat nutrisi.

Nutrisi olahraga
Suplemen gizi dapat dirancang untuk memberikan dukungan khusus untuk atlet. Beberapa di antaranya terdiri dari produk protein tinggi, seperti suplemen asam amino, sementara produk lain mengandung nutrisi yang mendukung metabolisme, energi, dan kinerja atletik serta pemulihan. Orang-orang yang terlibat dalam aktivitas atletik yang intens mungkin telah meningkatkan kebutuhan akan vitamin yang larut dalam air, antioksidan, dan mineral tertentu, termasuk kromium. Minuman olahraga mengandung campuran elektrolit (garam) yang tubuh kehilangan selama pengerahan tenaga dan berkeringat, serta vitamin, mineral, dan ramuan penunjang kinerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *